Comments

Cerpen: Aku Mau Pulang

Itulah yang aku pikirkan setelah dari jam 9 pagi berada di rumah sakit ini. Ya Allah ingin sekali aku menangis menghadapi semua ini sendirian - http://fairysweetnotes.blogspot.com/2012/07/aku-mau-pulang.html

Cerita Bersambung: Prolog

Sepasang kaki mungil berlarian kesana kemari. Sebentar-sebentar menuju pintu salah satu bangsal. Menempelkan telinganya pada pintu yang selalu tertutup untuknya - http://fairysweetnotes.blogspot.com/2012/07/prolog.html

Cerpen: To Be Your Sister

Pintu kamarku menutup keras. Berbagai perasaan berkecamuk dalam benakku. Sedih, kesal, bingung, tidak terima, tidak siap, dan semua rasa yang tidak menyenangkan lainnya - http://fairysweetnotes.blogspot.com/2012/07/to-be-your-sister.html

Allah is the Only Guide

When the way is cloudy - http://fairysweetnotes.blogspot.com/2012/07/you-never-alone.html

Allah itu Lebih Dari Cukup

Ketika kamu tidak punya siapa-siapa selain Allah, Allah itu lebih dari cukup :)

Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

Prolog

Sepasang kaki mungil berlarian kesana kemari. Sebentar-sebentar menuju pintu salah satu bangsal. Menempelkan telinganya pada pintu yang selalu tertutup untuknya. Kemudian kembali ia berlari ke arah kursi tunggu. Duduk manis disamping bibi dan neneknya.

Jari-jari telunjuknya bersatu, saling berputar, dan kembali bersatu. Matanya sembab. Bibinya merangkul pundak kecil gadis itu. Dan ia mulai berbalik memeluk bibinya sambil terisak. 

"Semua akan baik-baik saja," kata bibinya. Yang tak tahu harus berkata apa lagi. Sudah terlalu sering ia berkata begitu.

Seorang dokter keluar dari bangsal yang tadi dihampiri gadis kecil itu. Bukan pertama kali ini terjadi. Dan untuk kesekian kalinya pemandangan seperti ini dialami gadis itu bersama bibi dan neneknya. Juga seperti biasanya, si bibi mulai menanyakan keadaan ibu si gadis kecil, yang terbaring di bangsal rumah sakit tersebut.

"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya si bibi.

Gadis kecil itu berbalik dan mulai menatap dokter tersebut. Matanya basah akan airmata. Entah mengapa dari semalam si gadis selalu menangis. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, walau tahu ibunya sakit parah, ia tidak menangis. Suasananya terlalu berbeda, walau nampak sama, tapi terasa berbeda.

"Kami minta maaf. Sudah saatnya..." dokter tersebut tidak dapat melanjutkan perkataannya. Dan sebenarnya kata-kata tersebut sudah dimengerti oleh bibi si gadis kecil.

Air mata jatuh dari sudut mata bibi  dan nenek si gadis. Sedangkan gadis kecil itu kembali terisak dipelukan bibinya. Tak ada teriakan histeris. Hanya ada air mata dan suara sesunggukan si gadis kecil. Ya, mereka sudah mempersiapkan diri. Seperti yang dikatakan dokter tadi, sudah saatnya...selama ini memang hanya tinggal menunggu waktu.

Tiba-tiba...

"Amora, kita pulang sekarang juga!" pria bertangan besar menarik lengan gadis kecil yang masih bersedih atas kematian ibunya.
"Phil, apa yang kau lakukan?" si bibi menarik lengan satunya gadis kecil itu.
"Phil, tidakkah kau ingin melihat istrimu untuk yang terakhir kalinya?" si nenek bicara.
"Diam nenek tua! Aku tidak ingin melihatnya. Aku hanya ingin mengambil anakku."

Bibi si gadis kecil menatap sinis pria tersebut, "kau berani menganggapnya anak? Apa yang akan kau lakukan padanya, hah?"

"Itu jelas bukan urusanmu!" seru pria itu sambil menggendong gadis kecilnya. Ia berjalan cepat menghindari adik dan ibu dari istrinya yang berusaha mengejar dan meneriakinya.

"Bibiiii.... Neneeeekkk...." tangis gadis kecil itu seraya tangannya berusaha meraih bibi dan nenek yang berusaha mengejar ayahnya.

Namun pria itu terlalu cepat untuk dikejar. Mereka tak lagi mampu mengejarnya...


Intro


For The Love Of A Daughter 



Four years old with my back to the door
All I could hear was the family war
Your selfish hands always expecting more 
Am I your child or just a charity ward
You have a hollowed out heart
But it's heavy in your chest
I try so hard to fight it
But it's hopeless
Hopeless
You're hopeless
Oh father,
Please father
I'd love to leave you alone
But I can't let you go
Oh father
Please father
Put the bottle down
For the love of a daughter
Oh
It's been five years
Since we've spoken last,
And you can't take back
What we never had
Oh, I can be manipulated
Only so many times
Before even I love you
Starts to sound like a lie
You have a hollowed out heart
But it's heavy in your chest
I try so hard to fight it


But it's hopeless,
Hopeless
You're hopeless
Oh father
Please father
I'd love to leave you alone
But I can't let you go
Oh father
Please father
Put the bottle down
For the love of a daughter
Don't you remember
I'm your baby girl
How could you push me out of your world
Lie to your flesh and your blood
Put your hands on the ones that you swore you loved
Don't you remember
I'm your baby girl
How could you throw me right out of your world
So young when the pain had begun
Now forever afraid of being loved
Oh father
Please father
I'd love to leave you alone
But I can't let you go
Oh father
Please father
Put the bottle down
For the love of a daughter
For the love of a daughter

Viewers


Label

Followers

Blogger Com

Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources

Blogger Indonesia